!!!!! SELAMAT DATANG!!!!!

Rabu, 13 Juli 2011

Lynx














Ciri-ciri




Ciri-ciri perilaku lynx umumnya mirip dengan macan tutul. Lynx biasanya hidup sendirian, meskipun sekelompok kecil lynx ada kalanya melakukan perjalanan dan berburu bersama-sama. Perkawinan terjadi pada akhir musim dingin. Tempat istirahat yang mereka sukai adalah lubang-lubang kecil atau di bawah dinding batu yang mencuat keluar. Setahun sekali lynx melahirkan antara 2 hingga 4 ekor anak. Mereka hidup dengan memangsa binatang-binatang yang besarnya hingga Reindeer, Roe Deer dan Chamois, namun yang lebih sering adalah burung-burung, mamalia kecil, ikan, kambing dan domba.






Habitat


Lynx pernah terlihat (2006) di daerah Pegunungan Wet di Colorado. Namun, melihat lynx sendiri adalah peristiwa yang sangat jarang, karena binatang ini sangat pemalu dan hidup sendirian. Hidupnya penuh rahasia dan biasanya menghindari manusia. Lynx dilaporkan pernah menyerang manusia, namun hal itu sangat jarang terjadi, dan hampir selalu dalam upaya membela diri.



Lynx tinggal di hutan-hutan pada tempat yang tinggi yang tertutup rapat oleh semak-semak dan rerumputan. Meskipun kucing ini hanya berburu di permukaan tanah, mereka dapat memanjat pohon dan berenang. Meskipun ia dapat ditemukan di wilayah-wilayah utara di Skandinavia, pada umumnya mereka ditemukan di Amerika Utara dan di sejumlah kantung di pegunungan Himalaya.

Lynx Eurasia (Lynx lynx) dianggap telah punah di habitat liarnya di Slovenia dan Kroasia sejak permulaan abad ke-20, tetapi proyek pemukiman kembali yang dimulai pada 1973 memberikan hasil. Kini lynx dapat ditemukan di pegunungan Alpen Slovenia dan di wilayah-wilayah Kroasia di Gorski Kotar dan Velebit. Di kedua negara ini, lynx didaftarkan sebagai spesies yang terancam dan dilindungi oleh hukum. Perjalanan mengamati lynx dapat dilakukan di alam terbuka dan diatur dengan Taman Nasional Kroasia "Risnjak". Sejak tahun 1990-an,

Badak Sumatera


Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan salah satu dari lima spesies badak. Badak ini adalah badak terkecil, memiliki tinggi sekitar 120–145 sentimeter, dengan panjang sekitar 250 sentimeter dan berat 500–800 kilogram. Seperti spesies badak di Afrika, badak ini memiliki dua cula.

Hewan di Lindungi

HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia, merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.[2]

Penghancuran habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara 1998 dan 2000.

Ciri-ciri

Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatra mempunyai warna paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198cm dan berat 200 pound atau se

kitar 91kg. Belang Harimau Sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna kulit Harimau Sumatra merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan

Reproduksi

Harimau Sumatra dapat berbiak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru te

rbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harima

u di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri. Harimau Sumatra dapat hidup selama 15 tahun di alam liar, dan 20 tahun dalam kurungan.